BREAKING

Latest Post

Jumat, 06 Januari 2017

PEMANTULAN CAHAYA

Hukum pemantulan (Hukum Snellius)
1. Sinar datang,sinar pantul, dan garis normal berpotongan pada satu titik dan terletak pada satu bidang datar
2. Sudut datang sama dengan sudut pantul
i = r

PEMANTULAN BAYANGAN PADA CERMIN DATAR
Sifat bayangan pada cermin datar :
1. Bayangan bersifat sama besar, maya dan tegak
2. Jarak bayangan ke cermin = jarak benda dari cermin
3. Bayangan tegak, dan menghadap berlawanan arah terhadap bendanya
PEMANTULAN PADA CERMIN CEKUNG (CONCAVE)
Dikatakan cermin cekung jika sisi depan cermin melengkung ke dalam. Cermin cekung bersifat mengumpulkan sinar (Konvergen). Jarak fokus pada cermin cekung bernilai positif, hubungan fokus dengan jari-jari yaitu:

PEMANTULAN PADA CERMIN CEMBUNG
Dikatakan cermin cembung jika sisi depan cermin melengkung keluar. Titik fokusnya (f) berada di sisi belakang cermin sehingga jark fokus cermin bertanda negatif. Hubungan antara titik fokus dengan jari-jari yaitu:

Cermin cembung bersifat menyebarkan sinar (divergen)
PERSAMAAN PADA CERMIN CEKUNG DAN CEMBUNG

Keterangan :
f = titik fokus
s = jarak benda ke cermin
s’ = jarak bayangan ke cermin
PEMBESARAN CERMIN CEKUNG DAN CEMBUNG

Keterangan:
M = pembesaran bayangan
s = jarak benda ke cermin
s’ = jarak bayangan ke cermin
h = tinggi benda
h’ = tinggi bayangan
PERJANJIAN TANDA PADA CERMIN LENGKUNG
Besaran
Positif
Negatif
f
Cermin cekung
Cermin cembung
s
Benda nyata
Benda maya
s'
Bayangan nyata
Bayangan maya
M
Bayangan nyata
Bayangan terbalik
PEMBIASAN CAHAYA
Yaitu Pembelokan cahaya karena perubahan kecepatan rambat dari suatu medium ke medium yang lain. Hukum pembiasan diantaranya:
1. Sinar datang, sinar bias dan garis normal berpotongan pada satu titik dan terletak pada satu bidang datar.

2. Persamaan Snellius yang menghubungkan sudut datang dan sudut bias dinyatakan sebagai berikut:
n1 sin θ1 = n2 sin θ2
Berlaku juga:

Keterangan:
n
1 = indeks bias medium 1
n
= indeks bias medium 2
v
= kecepatan cahaya di medium 1
v
= kecepatan cahaya di medium 2
λ1 = Panjang gelombang di medium 1
λ2 = Panjang gelombang di medium 2
PEMBIASAN PADA LENSA
Sama halnya pada cermin lengkung, berlaku juga:

Jika terdiri dari dua permukaan yang berbeda dan medium yang berbeda berlaku:

Keterangan:
n
2 = indeks bias lensa
n
1 = indeks bias medium
R
1 , R2 = Jari-jari kelengkungan kedua permukaan lensa
PEMBESARAN CERMIN CEKUNG DAN CEMBUNG

Perjanjian tanda pada lensa
Besaran
Positif
Negatif
f
Lensa cembung
Lensa cekung
s
Benda nyata
Benda maya
s'
Bayangan nyata
Bayangan maya
M
Bayangan nyata
Bayangan terbalik
KUAT LENSA
Yaitu kemampuan lensa cembung untuk mengumpulkan sinar atau kemampuan lensa cembung untuk memancarkan sinar, secara matematis di tulis:

Fokus lensa cembung bernilai positif
Fokus lensa cekung bernilai negatif
ALAT OPTIK
MATA
Beberapa cacat mata diantaranya:
a.miopi (rabun jauh)
yaitu kondisi mata yang tidak dapat melihat dengan jelas benda-benda yang letaknya jauh. Penderita miopi memiliki titik dekat lebih kecil daripada 25 cm tetapi titik jauhnya pada jarak tertentu. Lensa cekung digunakan untuk mengkoreksi rabun jauh. kekuatan lensa dapat dirumuskan sebagai berikut:





Keterangan:
P = Kuat lensa
PP = titik jauh dari mata
b.hipermetropi (rabun dekat)
yaitu cacat mata dimana mata tidak dapat melihat dengan jelas benda-benda yang letaknya dekat . penderita hipermetropi memiliki titik dekat lebih besar dari 25 cm dan titik jauh pada tak terhingga. Dapat ditolong dengan lensa cembung (positif).kekuatan lensa dapat dirumuskan sebagai




Keterangan:
PR = titik dekat dari mata
Sn = titik dekat mata normal
c.presbiopi (mata tua)
2015-10-08_19-26-47yaitu cacat mata akibat berkurangnya daya akomodasi pada usia lanjut. Pada mata presbiopi,titik dekatnya lebih jauh daripada titik dekat mata normal (titik dekat > 25 cm) dan titik jauhnya lebih dekat daripada titik jauh mata normal (titik jauh <~). Dapat ditolong dengan kacamata berlensa rangkap (kacamata bivokal).
d.astigmatisme
astigmatisme adalah cacat mata dimana kelengkungan selaput bening atau lensa mata tidak merata sehingga berkas sinar yang mengenai mata tidak dapat terpusat dengan sempurna . cacat mata astigmatisma tidak dapat membedakan garis tegak dengan garis mendatar secara bersama-sama. Dapat ditolong dengan kacamata berlensa silinder.
LUP (KACA PEMBESAR)
Lup terdiri dari sebuah lensa cembung yang membentuk sebuah bayangan maya, tegak, dan diperbesar . lup digunakan untuk melihat benda-benda kecil agar Nampak lebuh besar dan jelas . Perbesaran pada lup ada 2 macam yakni:
1. Mata tanpa berakomodasi







2. Mata berakomodasi maksimum





Keterangan:
Sn = jarak titik dekat mata
f = jarak fokus lensa
MIKROSKOP
Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda berukuran sangat kecil. Terdiri dari dua lensa cembung. Dua lensa cembung tersebut berada di dekat mata dan di dekat benda. Lensa cembung di dekat benda dinamakan lensa obyektif, sedangkan lensa di dekat mata dinamakan lensa okuler.
Bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif adalah nyata, terbalik, diperbesar. Adapun bayangan akhir yang dibentuk oleh lensa okuler adalah maya, terbalik, dan diperbesar. Pengamatan mikroskop dibedakan dua jenis:
a. Berakomodasi maksimum
Perbesaran bayangan:






Jarak antara lensa obyektif dan lensa okuler
d= s’
ob + sok
b. Tanpa berakomodasi
Perbesaran bayangan:







Jarak antara lensa obyektif dan lensa okuler
d= s
ob+ fok
keterangan:
M = perbesaran bayangan total
s
ob = jarak bayangan lensa obyektif (cm)
Sn = jarak titik dekat mata pengamat (cm)
d = jarak antara lensa obyektif dan lensa okuler (cm)
f
ok = focus lensa okuler (cm)
s
ok = jarak benda lensa okuler (cm)
TEROPONG
Teropong/teleskop digunakan untuk melihat benda yang sangat jauh agar tampak lebih dekat dan jelas. Terbagi menjadi dua macam, yaitu :
Teropong Bias
1. Teropong bintang
Teropong bintang digunakan untuk mengamati benda-benda di angkasa.
a. Tidak Berakomodasi
Perbesaran bayangan yang dihasilkan




Jarak antara lensa obyektif dan okuler sebagai berikut.
d= f
ob + fok
b. Berakomodasi maksimum
Perbesaran bayangan yang dihasilkan.









Jarak antara lensa obyektif dan lensa okuler
d= fob + sok
2. Teropong bumi
Untuk mengamati benda-benda yang berada di permukaan bumi
a. Tidak Berakomodasi
Perbesaran bayangan yang dihasilkan






Jarak antara lensa obyektif dan okuler sebagai berikut.
d= fob + 4f
p + fok
b. Berakomodasi maksimum
Pembesaran bayangan yang dihasilkan









Jarak antara lensa obyektif dan lensa okuler
d = fob + 4fp + sok
keterangan:
f
p = jarak fokus lensa pembalik


Kamis, 10 November 2016

Kreatif dan Inovatif : Melihat Masalah dengan Perspektif yang Berbeda

Ada sebuah cerita tentang sekelompok orang buta dan seekor gajah. Suatu ketika orang-orang buta itu diminta untuk mendeskripsikan gajah tersebut, mereka pun mulai menyentuh bagian-bagian tubuh gajah tersebut. Orang buta yang pertama berkata bahwa gajah seperti batang pohon, bundar dan tebal. Orang buta yang kedua membantah dan mengatakan sebaliknya bahwa gajah itu panjang dan lentur, orang buta yang ketiga berkata bahwa mereka berdua salah, gajah itu lebar dan melingkar seperti disk raksasa. Padahal apa yang mereka jelaskan hanyalah berupa bagian-bagian dari tubuh gajah (kaki, belalai, telinga). Mereka salah dalam menilai gajah secara keseluruhan, karena pengalaman mereka terbatas hanya dalam bagian-bagian tubuh gajah saja.


 perspektif-menghadapi-masalah

Menjadi Kreatif terkadang sama seperti menjadi orang buta. Kita menghadapi masalah yang tidak dapat kita lihat. Kita mencoba mengerti dan menyelesaikan masalah tersebut berdasarkan bagian yang dapat kita lihat saja. Yang menjadi masalah disini adalah kita cenderung melihat masalah yang sama, dan mencoba menyelesaikan masalah dengan cara yang sama. Sedangkan inovasi adalah ketika kita dapat memberikan solusi yang baru dengan pendekatan yang berbeda terhadap masalah yang sama.

Untuk melakukan pendekatan yang baru terhadap masalah yang sama, kita harus melihat masalah tersebut dengan perspektif yang berbeda. Jika kita hanya melakukan hal yang sama, kita juga akan selalu mendapatkan hasil yang sama. Ketika solusi baru telah didapatkan, kita harus merubah perspektif kita terhadap sebuah masalah. Ketika kita dapat mengeksplorasi sisi lain dari sebuah masalah, baik itu visual, fungsional, atau strategis, kita akan melihat sesuatu yang baru, yang memimpin kita menuju kreativitas dan inovasi yang sesungguhnya. Ketika apa yang kita lihat hanya telinga dan kaki, kita hanya membutuhkan belalai untuk membuat kita mengerti akan bentuk gajah yang sesungguhnya.

Tri Kaji Pamungkas - IT - Kampus Depok

Rabu, 09 November 2016

Teknik Evaluasi

Teknik Evaluasi adalah suatu cara yang di gunakan untuk melihat apakah hasil rancangan dengan proses uji coba system yang telah di buat sesuai dengan permintaan pengguna(user). Proses ini tidak dikerjakan dalam satu fase proses perancangan tetapi melalui perancangan dengan prinsip life cycle.

Teknik evaluasi ini mempunyai tujuan yaitu :

  • Melihat seberapa jauh sistem berfungsi
  • Mengetahui efek suatu interface ke pengguna
  • Mendeteksi adanya problem yang terjadi pada system

Adapun faktor yang membedakan teknik evaluasi yaitu :

  • Tingkat siklus
  • Jenis evaluasi
  • Tingkat objektifitas dan subjektifitas
  • Jenis ukuran yang tersedia
  • Kesiapan dari suatu respon
  • Tingkat gangguan yang tidak secara langsung
  • Sumber yang tersedia

Dalam pemilihan metode evaluasi pun ada banyak faktor - faktor yang harus di pertimbangkan di antaranya :

  • Di putaran/tahap mana suatu evaluasi dilakukan?

          Design vs Implementasi

  • Gaya evaluasi apakah yang di butuhkan?

          Laboratorium vs Lapangan

  • Objektifitas teknik seperti apakah yang seharusnya ada?

          Subjektif vs Objektif

  • Jenis pengukuran apakah yang di butuhkan?

          Kualitatif vs Kuantitatif

  • Level informasi apakah yang dibutuhkan?

          Level tinggi vs Level rendah

  • Seperti apakah level gangguannya?

          Obtrusive (menonjol) vs Unobtrusive (tidak menonjol)

  • Sumber daya apakah yang tersedia?

          Wktu, Subjek, Peralatan, Kepakaran

Tri Kaji Pamungkas - TI - Kampus Depok

Selasa, 08 November 2016

Manusia & Teknologi

Manusia dan teknologi adalah dua kata yang tak bisa dipisahkan pada era modern pada saat ini. Kita tahu bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini, seakan-akan memudahkan dan memanjakan manusia dalam menjalankan aktivitas kehidupannya. Hubungan manusia dan teknologi ini bisa temui disetiap aktivitas yang kita lakukan, Manusia tak akan pernah lepas dari sebuah Teknologi. Sehingga Teknologi saat ini, merupakan bagian dari kebutuhan pokok yang harus wajib dirasakan dan dinikmati manfaatnya, selain kebutuhan pokok seperti pangan, sandang, dan papan.

berkembangnya Teknologi yang semakin pesat saat ini, hal itu tak lepas dari peranan manusia itu sendiri dalam menciptakan Teknologi-Teknologi yang Baru. Kebutuhan manusia akan sebuah teknologi baru guna memudahkan manusia dalam beraktivitas merupakan faktor utama terciptanya teknologi baru. Gaya konsumtif manusia terhadap sebuah teknologi yang sangat besar inilah, sehingga mendorong manusia-manusia itu sendiri untuk menciptakan alat teknologi baru. Oleh Karena atas dasar hal inilah, perkembangan teknologi baru merupakan simbol dari titik majunya peradaban manusia. Dan hal inilah yang juga menjadi faktor agar manusia dituntut untuk belajar dan memanfaatkan teknologi itu sendiri, jika ia tidak ingin dikatakan ketinggalan zaman.

Teknologi pada intinya adalah alat-alat ciptaan manusia yang ditemukan untuk memudahkan manusia menjalankan aktivitas kehidupannya. Tetapi pada kenyataannya saat ini, teknologi tidak hanya memiliki fungsi seperti demikian. Teknologi sekarang menjelma menjadi bagian hidup dan gaya hidup dari setiap manusia itu sendiri, banyak fungsi teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh manusia. Misalnya Kita tau, bahwa teknologi pada saat ini bisa memudahkan kita sebagai manusia dalam berkomunikasi, seolah-olah jarak antara manusia yang satu dengan manusia yang berada di belahan dunia lain itu sangat dekat. Dimana pada zaman dahulu, hal ini tidak mungkin bisa dirasakan manusia, atau bahkan berkomunikasi dengan manusia di belahan dunia lain merupakan hal yang tidak masuk akal saat belum ditemukannya teknologi seperti yang bisa kita rasakan saat ini.


Sebagai manusia yang hidup di era modern seperti ini, Disisi Lain teknologi tak hanya menjadi sebuah benda-benda yang bernilai manfaat positif saja. Tetapi masih banyak hal juga dari sisi negatif yang perlu ditinjau kembali dan diwaspadai dari berkembangnya Teknologi saat ini. Sebab benda-benda teknologi tak hanya memudahkan kita manusia, tetapi sekarang seolah-olah manusia diperbudak oleh sebuah Teknologi. Jika ada teknologi baru, kita manusia cenderung akan ingin mengetahui, menggunakan, dan membeli produk teknologi baru tersebut. Sehingga keingintahuan kita sebagai manusia, yang paradigmanya "manusia perlu teknologi” sekarang telah berubah menjadi "manusia sangat butuh Teknologi”. Dari hal ini, dapat disimpulkan di era sekarang.

Manusia telah dijajah oleh Perkembangan teknologi, bahkan contoh yang lainnya ada beberapa manusia yang merasa bahwa dirinya tidak bisa hidup tanpa teknologi. Terutama teknologi alat komunikasi, misalnya Gadget atau BlackBerry yang memudahkan mereka untuk bersosialisasi dengan Manusia yang lainnya. Dimana setiap berpergian kemanapun, sebelum melakukan aktivitas apapun, manusia cenderung tidak akan pernah lupa menggenggam Gadget atau BlackBerry-nya. Menuliskan semua aktivitasnya dan memandang keasyikan dari alat teknologi yang dimilikinya. Sehingga suatu saat, bahaya dari teknologi ini sendiri. Mungkin saja terjadi, sebuah budaya kecenderungan manusia lebih suka berkomunikasi melalui alat teknologi daripada melalui kehidupan nyata.

Fenomena perkembangan teknologi dan Manusia saat ini yaitu Teknologi sebagai gaya hidup, merupakan sebuah kiasan bagi manusia itu sendiri sebagai pengguna teknologi. Banyak dari manusia yang mengikuti perkembangan teknologi. Pada dasarnya mereka hanya ingin menyesuaikan kebutuhan hidupnya dari manfaat perkembangan teknologi itu sendiri. Dapat dikatakan penggunaan teknologi itu tergantung dengan kebutuhan penggunanya itu sendiri, sehingga karakter benda teknologi yang digunakan oleh seseorang, adalah cerminan dari gaya hidup orang itu sendiri. Tetapi masih banyak juga manusia yang hanya menggunakan teknologi tidak hanya karena kebutuhannya, tetapi karena Gengsi agar tidak di cap sebagai Manusia yang ketinggalan zaman. Atau bahkan hanya ingin memiliki benda-benda teknologi yang kini sedang menjadi tren, sehingga ia hanya ikut-ikutan untuk menggunakan dan memanfaatkan alat teknologi tersebut.

Teknologi dan manusia tak akan pernah bisa dipisahkan. Manusia selamanya akan tetap membutuhkan teknologi dalam memudahkan aktivitasnya. Manfaat dari teknologi akan bisa dirasakan apabila manusia itu sendiri bijak dalam menggunakannya. Sehingga Teknologi yang terus berkembang kelak mungkin akan terus membawa ke kehidupan peradaban manusia yang lebih maju dari era sekarang yang kita alami. Dan bahkan mungkin dengan teknologi-teknologi kelak yang belum diketemukan, hal yang saat ini belum tentu bisa kita lakukan sebagai manusia. Mungkin saja suatu saat bisa kita lakukan atas manfaat dari sebuah penemuan teknologi.

Tri Kaji Pamungkas - TI - Kampus Depok

Senin, 07 November 2016

Interaksi Manusia dan Komputer (IMK)

Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) atau yang sering disebut dengan Human Computer Interaction (HCI) merupakan sebuah studi yang mempelajari tentang manusia, teknologi, dan bagaimana mereka saling berinteraksi. HCI merupakan hubungan antara manusia dengan komputer baik itu secara langsung mau pun tidak langsung. Human yang dimaksud di sini adalah seseorang atau organisasi yang terdiri dari banyak orang yang bekerja secara bersama-sama untuk tujuan atau visi tertentu. Sedangkan komputer merupakan sebuah alat atau pun device seperti desktop, PC, mobile, smartphone, dan lain sebagainya yang juga bisa digunakan untuk berkomunikasi, untuk browsing internet, untuk membuat program, untuk bermain game, atau pun hal-hal lain yang bisa dilakukan oleh manusia dan mendukung kegiatan manusia tersebut. Sedangkan interaction merupakan sebuah hubungan timbal balik atau komunikasi antar komputer dan manusia baik secara langsung mau pun tidak langsung dan hubungan ini memiliki manfaat yang lebih bagi manusia itu sendiri.


human computer interactionHCI sendiri memiliki 3 karakteristik, yaitu useful, usable, dan used. Useful memiliki ciri yaitu produk tersebut harus berguna untuk memenuhi kebutuhan manusia, sebagai contohnya pada masa lalu manusia mengetik/membuat surat hanya dengan menggunakan mesin ketik, tapi pada zaman sekarang karena teknologi semakin maju, maka dibuatlah komputer yang juga bisa digunakan untuk mengetik. Apa perbedaan antara keduanya? mesin ketik hanya bisa digunakn untuk mengetik saja, sedangkan komputer selain dapat digunakan untuk mengetik, komputer juga dapat digunakan oleh manusia untuk melakukan hal-hal lain yang  mendukung kegiatan manusia seperti browsing internet, membuat kode program, memainkan musik, dan lain-lain. Sedangkan usable memiliki ciri yaitu software/device tersebut dapat dipelajari dengan cepat oleh user dan cara mengaplikasikannnya pun mudah/tidak terlalu rumit, sebagai contohnya adalah pada e-mail yang sering kita jumpai di internet dan juga sering kita gunakan untuk mengirim e-mail ke orang lain. Ketika kita ingin membuat e-mail dan mengirimnya, kita tinggal melakukan klik pada tombol new kemudian send sehingga e-mail tersebut akan terkirim ke e-mail yang kita tuju. Kita bisa melakukan pengiriman e-mail ini dengan mudah karena desain yang dibuat oleh e-mail tersebut mudah untuk kita pelajari sehingga kita tidak perlu berhari-hari untuk mempelajarinya. Karakteristik yang ketiga dari HCI adalah used, di mana used memiliki ciri-ciri yaitu memiliki desain yang menarik untuk dilihat, desain software yang digunakan pun tidak asal-asalan tapi juga sesuai dengan kebutuhan dan juga berdasarkan ilmu pengetahuan. Sebagai contohnya adalah mouse pada zaman dulu memiliki bentuk kotak yang tidak begitu nyaman jika kita gunakan tetapi pada zaman sekarang berubah menjadi agak melengkung sehingga nyaman jika digunakan oleh manusia.

Dalam sejarah perkembangannya, HCI di masa lalu dan di masa sekarang memiliki karakteristik yang berbeda. HCI di masa lalu memiliki beberapa karakteristik, yaitu berpusat pada fungsi/proses (function process centered), tidak banyak menggunakan grafis, dan berkembangnya pada segi hardware. Sedangkan karakteristik HCI pada masa sekarang adalah berpusat pada pengguna (user centerd), banyak menggunakan grafis, perkembangannya dari segi hardware mau pun software, dan teknologinya ditujukan pada natural feel dan motion capture touch screen.

Prediksi untuk HCI di masa mendatang, secara prinsip ciri-ciri komputer masa mendatang adalah lebih canggih dan lebih murah dan juga memiliki banyak kemampuan. Diantaranya adalah melihat, mendengar, berbicara, dan berpikir serta mampu membuat kesimpulan seperti manusia. Ini berarti komputer memiliki kecerdasan buatan yang mendekati kemampuan dan perilaku manusia. Kelebihan lainnya lagi adalah kecerdasan untuk memprediksi sebuah kejadian yang akan terjadi, bisa berkomunikasi langsung dengan manusia, dan bentuknya pun semakin kecil. Yang jelas komputer masa depan akan lebih menakjubkan dibandingkan komputer pada masa sekarang. Dan kemungkinan teknologi di masa mendatang pastinya akan didominasi oleh penerapan artificial intelligent (kecerdasan buatan).

Ada pun beberapa teknologi yang sangat berperan dalam HCI di masa mendatang, yaitu sebagai berikut :
1. Holografi
Holografi merupakan teknik yang memungkinkan cahaya dari suatu benda yang tersebar direkam dan kemudian direkonstruksi sehingga objek seolah-olah berada pada posisi yang relatif sama dengan media rekaman yang direkam.
2. Biometric
Biometric merupakan sebuah ilmu untuk mengukur karakteristik tubuh perorangan. Alat keamanan biometric mengidentifikasi seseorang melalui sidik jari, karakteristik tangan, mata atau wajah, intonasi suara dan ciri-ciri biologis lainnya.
3. Virtual Reality
Virtual Reality atau realitas maya adalah program informasi “immersive” (atau area yang luas), multi-sensory, yang digenerate melalui komputer yang men-track pengguna secara real time.

Tri Kaji Pamungkas - TI - Kampus Depok

ERGONOMI DALAM LINGKUNGAN KERJA

ERGONOMI DALAM LINGKUNGAN KERJA - Ergonomi berasal dari bahasa yunani yaitu Ergon (kerja) dan Nomos (hokum alam) maksudnya adalah  ergonomic merupakan suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu system kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja dalam system itu dengan baik, yaitu mencapai tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu dengan efektif, aman, dan nyaman. Ergonomic berkenaan juga dengan optimasi, efisiansi,  kesehatan, keselamatan dan kenyamanan manusia di tempat kerja, di rumah dan di tempat rekreasi.

Dalam ilmu ergonomi dikenal jargon Fitting the Task  to the Person and Fitting The Person To The Task. Maksudnya adalah penyesuaian pekerjanya dan penyesuaian pekerja dengan pekerjaannya. Yaitu sebuah system kerja yang mengatur sedemikian rupa agar pekerja merasa aman dan nyaman dalam bekerja.

Hal-hal yang dipelajari dalam ilmu ergonomi yaitu :
1)     Lingkungan kerja meliputi kebersihan, tata letak, suhu, pencahayaan, sirkulasi udara , desain peralatan dan lainnya
2)     Persyaratan fisik dan psikologis (mental) pekerja untuk melakukan sebuah pekerjaan: pendidikan,postur badan, pengalaman kerja, umur dan lainnya
3)     Bahan-bahan/peralatan kerja yang berisiko menimbulkan kecelakaan kerja: pisau, palu, barang pecah belah, zat kimia dan lainnya
4)     Interaksi antara pekerja dengan peralatan kerja: kenyamanan kerja, kesehatan dan keselamatan kerja, kesesuaian ukuran alat kerja dengan pekerja, standar operasional prosedur dan lainnya

Manfaat penerapan prinsip ergonomi di tempat kerja yaitu :
1)     Mengerti tentang pengaruh dari suatu jenis pekerjaan pada diri pekerja dan kinerja pekerja
2)     Memprediksi potensi pengaruh pekerjaan pada tubuh pekerja
3)      Mengevaluasi kesesuaian tempat kerja, peralatan kerja dengan pekerja saat bekerja
4)     Meningkatkan produktivitas dan upaya untuk menciptakan kesesuaian antara kemampuan pekerja dan persyaratan kerja.
5)     Membangun pengetahuan dasar guna mendorong pekerja untuk meningkatkan produktivitas.
6)     Mencegah dan mengurangi resiko timbulnya penyakit akibat kerja
7)     Meningkatkan faktor keselamatan kerja
8)      Meningkatkan keuntungan, pendapatan, kesehatan dan kesejahteraan untuk individu dan institus

keuntungan melakukan penilaian ergonomi di tempat kerja yaitu :
1)     Mengurangi potensi timbulnya kecelakaan kerja
2)     Mengurangi potensi gangguan kesehatan pada pekerja
3)     Meningkatkan produktivitas dan penampilan kerja

kelompok/bagian menurut pulat (1992) mengenai permasalahan bidang kajian ergonomi yaitu :
1)     Antropometri
2)     Kognitif
3)     Musculoskeletal
4)     Kardiovaskular
5)     psikomotor

Beberapa aspek yang mempengaruhi ergonomi dalam kelangsungan hidup manusia adalah
1)     Antropometri
Antropometri merupakan bagian dari ergonomi yang secara khusus mempelajari ukuran tubuh yang meliputi dimensi linear, serta, isi dan juga meliputi daerah ukuran, kekuatan, kecepatan dan aspek lain dari gerakan tubuh. Antropometri dapat dibagi menjadi :

  •  Antropometri Dinamis

Antropometri dinamis adalah ukuran tubuh atau karakteristik tubuh dalam keadaan bergerak, atau memperhatikan gerakan-gerakan yang mungkin terjadi saat pekerja tersebut melaksanakan kegiatan.
Contoh : putaran sudut tangan, sudut putaran pergelangan kaki.

  • Antropometri Statis

Antropometri statis merupakan ukuran tubuh dan karakteristik tubuh dalam keadaan diam (statis) untuk posisi yang telah ditentukan atau standar. Contoh : tinggi badan, lebar bahu

2)     Lingkungan kerja
Lingkungan kerja yang tidak kondusif untuk bekerja mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan seseorang yang sedang di laksanakan. Aspek lingkungan kerja sangat mempengaruhi prestasi pekerjaan para pekerja. Lingkungan kerja meliputi :

  • Kondisi kerja
  • Waktu kerja
  • Lingkungan sosial

3)     Sikap kerja
Sikap kerja yang bertentangan dengan sikap alamai tubuh manusia akan bebrdampak buruk bagi kesehatan setiap pekerja, karena akan menimbulkan kelelahan dan cidera otot-otot. Dalam sikap yang tidak alamiah banyak terjadi gerakan otot-otot yang tidak semestinya, hal tersebut yang mengakibatkan cidera pada otot.
4)     Interaksi manusia dengan peralatan kerja(mesin)
Interaksi manusia dengan mesin adalah keserasian manusia dengan mesin atau peralatan kerja yang digunakan. Ketidak serasian antara pekerja dengan mesin atau peralatan kerja yang digunakannya akan berdapak pada kesehatan tubuh sipekerja itu sendiri.
5)     Kondisi kerja
Lingkungan kerja fisik mencakup segala hal dari fasilitas parkir di luar gedung perusahaan, lokasi dan rancangan gedung sampai jumlah cahaya dan suara yang menimpa meja kerja atau ruang kerja seorang tenaga kerja.
6)     Waktu kerja
Lama jam kerja per hari atau per minggu penting untuk dikaji untuk mencegah adanya kelelahan berlebihan. Kerja dikatakan efisien apabila waktu penyelesaian berlangsung singkat. Untuk menghitung waktu (standar time) penyelesaian pekerjaan maka perlu diterapkan prinsip-prinsip dan teknik pengukuruan kerja. Pengukuran kerja adalah suatu metode penetapan keseimbangan antara kegiatan manusia dikontribusikan dengan unit output yang dihasilkan. Waktu baku diperlukan terutama untuk perencanaan kebutuhan tertentu tenaga kerja (man power planning), estimasi biaya untuk upah karyawan, penjadwalan produksi dan penganggaran, perencanaan sistem, pemberian bonus (insentif) bagi karyawan yang berprestasi, indikasi keluaran yang mampu dihasilkan oleh seorang pekerja.
7)     Social
Termasuk di dalamnya bagaimana pekerja diorganisir dalam melaksanakan tugas-tugasnya, interaksi sosial sesama pekerja, khususnya menghadapi teknologi baru. Di samping itu pekerjaan yang dilaksanakan bila tidak sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya akan menimbulkan stress psikologis dan problema kesehatan. Karenanya kondisi sosial ini banyak seharusnya dimanfaatkan oleh pimpinan tempat kerja untuk membina dan membangkitkan motivasi kerja, seperti sistem penghargaan bagi yang berhasil dan hukuman bagi yang salah dan lalai bekerja.
Fungsi Anthropometri dalam kaitannya dengan penerapan prinsip Ergonomi di tempat kerja yaitu Antropometri merupakan kumpulan data numerik yang berhubungan dengan karakteristik fisik tubuh manusia (ukuran, volume, dan berat) serta penerapan dari data tersebut untuk perancangan fasilitas atau produk. Data antropometri diperlukan untuk perancangan sistem kerja yang baik. Lingkungan fisik juga dapat mempengaruhi para pekerja baik secara langsung maupun tidak langsung.

Lingkungan fisik adalah semua keadaan yang terdapat di sekitar tempat kerja.
1. Yang dimaksud dengan Human eror adalah batas ketelitian yang tidak dapat diatasi oleh standar kemampuan manusia, misalnya kecelakaan kerja yang disebabkan oleh factor pekerja(manusia) karna kesalahan atau kelalaian pekerja itu sendiri. Semua itu tidak bias diatasi oleh standar kemampuan manusia.
2. Alasan mengapa banyak perusahaan yang tidak menjalakan prinsip-prinsip dalam  ergonomi yaitu:
  •  Kurangnya pengetahuan pemimpin perusahaan tentang pentingnya ergonomi dalam linggkungan kerja
  • Kurangnya kepedulian pemimpin perusahaan dengan kesehatan para pekerjanya
  • Kurangnya pengetahuan para pekerja tentang pentingnya penerapan prinsip dalam ergonomi di lngkungan kerja untuk keamanan, kenyamanan dan kesehatannya 
  • Biyaya yang dikeluarkan perusahaan untuk penerapan prinsip ergonomi di lingkungan kerja yang mahal
  • Tidak adanya ketegasan dari pemerintah tentang sanksi yang diberikan kepada perusahaan yang tidak menjalankan prinsip-prinsip dalam ergonomi pada lingkungan kerjanya.
Tri Kaji Pamungkas - TI - Kampus Depok
 
Copyright © 2016 Pamungkas | All Rights Reserved
TKP