BREAKING

Jumat, 06 Januari 2017

PEMANTULAN CAHAYA

Hukum pemantulan (Hukum Snellius)
1. Sinar datang,sinar pantul, dan garis normal berpotongan pada satu titik dan terletak pada satu bidang datar
2. Sudut datang sama dengan sudut pantul
i = r

PEMANTULAN BAYANGAN PADA CERMIN DATAR
Sifat bayangan pada cermin datar :
1. Bayangan bersifat sama besar, maya dan tegak
2. Jarak bayangan ke cermin = jarak benda dari cermin
3. Bayangan tegak, dan menghadap berlawanan arah terhadap bendanya
PEMANTULAN PADA CERMIN CEKUNG (CONCAVE)
Dikatakan cermin cekung jika sisi depan cermin melengkung ke dalam. Cermin cekung bersifat mengumpulkan sinar (Konvergen). Jarak fokus pada cermin cekung bernilai positif, hubungan fokus dengan jari-jari yaitu:

PEMANTULAN PADA CERMIN CEMBUNG
Dikatakan cermin cembung jika sisi depan cermin melengkung keluar. Titik fokusnya (f) berada di sisi belakang cermin sehingga jark fokus cermin bertanda negatif. Hubungan antara titik fokus dengan jari-jari yaitu:

Cermin cembung bersifat menyebarkan sinar (divergen)
PERSAMAAN PADA CERMIN CEKUNG DAN CEMBUNG

Keterangan :
f = titik fokus
s = jarak benda ke cermin
s’ = jarak bayangan ke cermin
PEMBESARAN CERMIN CEKUNG DAN CEMBUNG

Keterangan:
M = pembesaran bayangan
s = jarak benda ke cermin
s’ = jarak bayangan ke cermin
h = tinggi benda
h’ = tinggi bayangan
PERJANJIAN TANDA PADA CERMIN LENGKUNG
Besaran
Positif
Negatif
f
Cermin cekung
Cermin cembung
s
Benda nyata
Benda maya
s'
Bayangan nyata
Bayangan maya
M
Bayangan nyata
Bayangan terbalik
PEMBIASAN CAHAYA
Yaitu Pembelokan cahaya karena perubahan kecepatan rambat dari suatu medium ke medium yang lain. Hukum pembiasan diantaranya:
1. Sinar datang, sinar bias dan garis normal berpotongan pada satu titik dan terletak pada satu bidang datar.

2. Persamaan Snellius yang menghubungkan sudut datang dan sudut bias dinyatakan sebagai berikut:
n1 sin θ1 = n2 sin θ2
Berlaku juga:

Keterangan:
n
1 = indeks bias medium 1
n
= indeks bias medium 2
v
= kecepatan cahaya di medium 1
v
= kecepatan cahaya di medium 2
λ1 = Panjang gelombang di medium 1
λ2 = Panjang gelombang di medium 2
PEMBIASAN PADA LENSA
Sama halnya pada cermin lengkung, berlaku juga:

Jika terdiri dari dua permukaan yang berbeda dan medium yang berbeda berlaku:

Keterangan:
n
2 = indeks bias lensa
n
1 = indeks bias medium
R
1 , R2 = Jari-jari kelengkungan kedua permukaan lensa
PEMBESARAN CERMIN CEKUNG DAN CEMBUNG

Perjanjian tanda pada lensa
Besaran
Positif
Negatif
f
Lensa cembung
Lensa cekung
s
Benda nyata
Benda maya
s'
Bayangan nyata
Bayangan maya
M
Bayangan nyata
Bayangan terbalik
KUAT LENSA
Yaitu kemampuan lensa cembung untuk mengumpulkan sinar atau kemampuan lensa cembung untuk memancarkan sinar, secara matematis di tulis:

Fokus lensa cembung bernilai positif
Fokus lensa cekung bernilai negatif
ALAT OPTIK
MATA
Beberapa cacat mata diantaranya:
a.miopi (rabun jauh)
yaitu kondisi mata yang tidak dapat melihat dengan jelas benda-benda yang letaknya jauh. Penderita miopi memiliki titik dekat lebih kecil daripada 25 cm tetapi titik jauhnya pada jarak tertentu. Lensa cekung digunakan untuk mengkoreksi rabun jauh. kekuatan lensa dapat dirumuskan sebagai berikut:





Keterangan:
P = Kuat lensa
PP = titik jauh dari mata
b.hipermetropi (rabun dekat)
yaitu cacat mata dimana mata tidak dapat melihat dengan jelas benda-benda yang letaknya dekat . penderita hipermetropi memiliki titik dekat lebih besar dari 25 cm dan titik jauh pada tak terhingga. Dapat ditolong dengan lensa cembung (positif).kekuatan lensa dapat dirumuskan sebagai




Keterangan:
PR = titik dekat dari mata
Sn = titik dekat mata normal
c.presbiopi (mata tua)
2015-10-08_19-26-47yaitu cacat mata akibat berkurangnya daya akomodasi pada usia lanjut. Pada mata presbiopi,titik dekatnya lebih jauh daripada titik dekat mata normal (titik dekat > 25 cm) dan titik jauhnya lebih dekat daripada titik jauh mata normal (titik jauh <~). Dapat ditolong dengan kacamata berlensa rangkap (kacamata bivokal).
d.astigmatisme
astigmatisme adalah cacat mata dimana kelengkungan selaput bening atau lensa mata tidak merata sehingga berkas sinar yang mengenai mata tidak dapat terpusat dengan sempurna . cacat mata astigmatisma tidak dapat membedakan garis tegak dengan garis mendatar secara bersama-sama. Dapat ditolong dengan kacamata berlensa silinder.
LUP (KACA PEMBESAR)
Lup terdiri dari sebuah lensa cembung yang membentuk sebuah bayangan maya, tegak, dan diperbesar . lup digunakan untuk melihat benda-benda kecil agar Nampak lebuh besar dan jelas . Perbesaran pada lup ada 2 macam yakni:
1. Mata tanpa berakomodasi







2. Mata berakomodasi maksimum





Keterangan:
Sn = jarak titik dekat mata
f = jarak fokus lensa
MIKROSKOP
Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda berukuran sangat kecil. Terdiri dari dua lensa cembung. Dua lensa cembung tersebut berada di dekat mata dan di dekat benda. Lensa cembung di dekat benda dinamakan lensa obyektif, sedangkan lensa di dekat mata dinamakan lensa okuler.
Bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif adalah nyata, terbalik, diperbesar. Adapun bayangan akhir yang dibentuk oleh lensa okuler adalah maya, terbalik, dan diperbesar. Pengamatan mikroskop dibedakan dua jenis:
a. Berakomodasi maksimum
Perbesaran bayangan:






Jarak antara lensa obyektif dan lensa okuler
d= s’
ob + sok
b. Tanpa berakomodasi
Perbesaran bayangan:







Jarak antara lensa obyektif dan lensa okuler
d= s
ob+ fok
keterangan:
M = perbesaran bayangan total
s
ob = jarak bayangan lensa obyektif (cm)
Sn = jarak titik dekat mata pengamat (cm)
d = jarak antara lensa obyektif dan lensa okuler (cm)
f
ok = focus lensa okuler (cm)
s
ok = jarak benda lensa okuler (cm)
TEROPONG
Teropong/teleskop digunakan untuk melihat benda yang sangat jauh agar tampak lebih dekat dan jelas. Terbagi menjadi dua macam, yaitu :
Teropong Bias
1. Teropong bintang
Teropong bintang digunakan untuk mengamati benda-benda di angkasa.
a. Tidak Berakomodasi
Perbesaran bayangan yang dihasilkan




Jarak antara lensa obyektif dan okuler sebagai berikut.
d= f
ob + fok
b. Berakomodasi maksimum
Perbesaran bayangan yang dihasilkan.









Jarak antara lensa obyektif dan lensa okuler
d= fob + sok
2. Teropong bumi
Untuk mengamati benda-benda yang berada di permukaan bumi
a. Tidak Berakomodasi
Perbesaran bayangan yang dihasilkan






Jarak antara lensa obyektif dan okuler sebagai berikut.
d= fob + 4f
p + fok
b. Berakomodasi maksimum
Pembesaran bayangan yang dihasilkan









Jarak antara lensa obyektif dan lensa okuler
d = fob + 4fp + sok
keterangan:
f
p = jarak fokus lensa pembalik


Sahabat ""

PT. KIRANA SAKTI KOMPUTINDO Jl. Kalibata Utara II, Komplek Pelita Air Service No. 25 - Kalibata - Pancoran - Jakarta Selatan - Indonesia Phone. : +62 21 791 88468 / 791 70035 | Fax. : +62 21 799 8515 | PRINTER 3D INDONESIA : www.printer3d.co.id PLOTTER/DESIGNJET : www.plotterku.com

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 Pamungkas | All Rights Reserved
TKP